Sabtu, 08 Desember 2018

SEJARAH MASJID QUBA DAN MASJID NABAWI


Masjid Quba adalah masjid pertama kali yang didirikan Rasulullah SAW, saat beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. Beberapa kilometer sebelum memasuki Madinah, Rasulullah SAW bersama Abu Bakar, membangun masjid di daerah Quba, yang sekarang dinamakan dengan Masjid Quba.

Masjid ini didirikan pada tahun 1 Hijriyah atau sekitar 622 M. Ketika itu, Rasul SAW diperintahkan oleh Allah SWT untuk segera berhijrah dan menghindari kekejaman kafir Quraisy.


Dalam upaya hijrah itu, lokasi pertama yang disinggahi Rasulullah SAW adalah gua Tsur. Di dalam gua ini, Rasulullah SAW bersembunyi bersama Abu Bakar dari kejaran kaum kafir Quraisy.

Setelah kondisinya dirasa aman, Nabi SAW kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madinah. rasul memilih jalan yang berbeda dari jalan umum. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pertemuan secara langsung dengan orang-orang kafir Quraisy.

Dan sebelum tiba di Madinah, Rasul sempat singgah di beberapa tempat dan salah satunya adalah Quba. Beliau tinggal di daerah ini selama beberapa hari, sambil menunggu kedatangan Ali bin Abi Thalib RA dari Makkah, bersama rombongan.

Ketika itu, saat akan berhijrah, Ali diperintahkan Rasulullah SAW untuk menggantikannya tidur di tempat tidur Rasul. Ini dimaksudkan untuk mengelabui perhatian kaum kafir Quraisy yang ingin membunuh Nabi SAW.

Quba adalah satu daerah yang terletak di wilayah Madinah. Jaraknya sekitar dua mil atau kurang lebih lima kilometer dari pusat kota Madinah.

Hanafi al-Malawi dalam bukunya Tempat Bersejarah yang dikunjungi Rasulullah SAW, menjelaskan, Nabi SAW tinggal di Desa Quba selama empat hari dan kemudian membangun sebuah masjid yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Quba.

Inilah masjid yang dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan Rasulullah SAW kepada Allah SWT.

''Sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.'' (QS At-Taubah [9]: 108).

Menurut hadis yang diriwayatkan Tirmidzi RA, orang yang melakukan shalat di Masjid Quba sama pahalanya dengan melaksanakan umrah. Seperti disebutkan dalam Sahih Bukhari, Nabi SAW terbiasa mengunjungi Masjid Quba dengan berjalan kaki atau jika tidak seminggu sekali. Abdullah bin Umar biasa mengikuti sunnah ini.

Dalam riwayat lain disebutkan, masjid Quba ini adalah salah satu masjid yang paling disucikan (dimuliakan) oleh Allah setelah Masjid al-Haram (Makkah), Masjid Nabawi (Madinah), dan Masjid al-Aqsha (Palestina).

Selama berada di Quba, jelas Al-Mahlawi, Rasul SAW tinggal di rumah Kultsum bin al-Hadam bin Amr al-Qais, seorang lelaki tua yang masuk Islam sebelum Rasul hijrah ke Yatsrib (sekarang Madinah).

Para sejarawan menyebutkan, tanah yang menjadi lahan pembangunan Masjid ini mulanya adalah lapangan milik Kultsum bin Hadam, yang biasa digunakan untuk menjemur kurma.

Masjid Quba adalah masjid yang dibangun dengan penuh pengorbanan dan perjuangan. Allah SWT menyebutnya dengan dasar takwa, sebagaimana diterangkan dalam ayat 108 diatas.

Hal ini dikarenakan perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan agama Allah yang harus dilalui dengan penuh rintangan dan halangan. Kaum kafir quraisy hampir setiap saat selalu memantau dan mengawasi aktifitas Nabi SAW.

Dan ketika kesempatan berhijrah datang, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mendirikan masjid sebagai pusat perjuangan dan dakwah Islam. Ini pulalah yang dilakukan Rasulullah SAW begitu tiba di Madinah dengan mendirikan Masjid Nabawi, setelah sebelumnya membangun Masjid Quba.







Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Nabi Muhammadsaw, setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah dia dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Muhammad. tiba di Madinah, yalah di tempat unta tunggangan Nabi. menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Muhammad. untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman dia.[7][8]

Awalnya, masjid ini berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m[9] Muhammad. turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para shahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.[7]


Miniatur dari rekonstruksi Masjid Nabawi sesuai bentuk asal di masa Nabi.

Miniatur dari rekonstruksi rumah nabi yang menempel di dinding masjid Nabawi.
Kemudian melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Nabi. Kediaman Nabi ini tidak seberapa besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya tentu saja lebih tertutup. Selain itu ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah.[7] Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni teras masjid.

Setelah itu berkali-kali masjid ini direnovasi dan diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 29 H. Di zaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 m² pada tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Raja Fahd pada tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 m², di tambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 m² dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk salat seluas 135.000 m². Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 535.000 jemaah.
Masjid dibangun oleh Nabi Muhammad pada 622 setelah kedatangannya di kota Madinah.[10] Mengendarai serkor unta yang dinamai Qaswa dia berhenti di tempat yang sekarang dijadikan masjid. Lahan tersebut dimiliki oleh Sahal dan Suhayl. Bagian dari lahan ini digunakan untuk lahan tempat pengeringan kurma; sedangkan bagian lainnya dijadikan taman pemakaman.[11] Menolak di sebut "menerima lahan sebagai sebuah pemberian", dia membeli lahan tersebut dan memerlukan waktu selama tujuh bulan untuk menyelesaikan konstruksi. Saat itu luasnya 30,5 meter (100 ft) × 35,62 meter (116,9 ft).[11] Atapnya, ditunjang oleh pelepah kurma, terbuat dari tanah liat yang dipukul dan daun-daun kurma. Tingginya mencapai 3,60 meter (11,8 ft). Tiga pintu masjid yaitu Bab-al-Rahmah ke selatan, Bab-al-Jibril ke barat dan Babal-Nisa ke timur.[11]

Setelah Pertempuran Khaibar, masjid "diperbesar".[12] Perluasan masjid untuk 47,32 meter (155,2 ft) pada salah satu sisi dan tiga ruas pilar dibangun disamping tembok bagian barat, yang menjadi tempat salat.[13] Masjid mengalami perubahan saat pemerintahan Khulafaur Rasyidin Abu Bakar.[13] Khalifah kedua Umar meratakan semua rumah dekat masjid kecuali rumah istri Nabi Muhammad untuk memperbesar masjid ini.[14] Dimensi ukuran masjid baru saat itu menjadi 57,49 meter (188,6 ft) × 66,14 meter (217,0 ft). Lumpur digunakan untuk dinding penutup. Selain ditaburi kerikil di lantainya, tinggi atap ditambah hingga 5,6 meter (18 ft). Umar sedikitnya membangun tiga konstruksi gerbang baru sebagai pintu masuk. Dia juga menambahkan Al-Butayha bagi masyarakat untuk membacakan puisi-puisi.[15]

Khalifah ketiga Utsman merobohkan masjid ini pada 649 M. Sepuluh bulan dihabiskan untuk membuat bentuk persegi panjang masjid yang menghadap ke Kakbah di Mekkah. Masjid baru tersebut berukuran 81,40 meter (267,1 ft) × 62,58 meter (205,3 ft). Jumlah gerbang disamakan pada bangunan sebelumnya.[16] Dinding pembatas terbuat dari lapisan bata dengan adukan semen. Tiang-tiang batang kurma digantikan oleh pilar batu yang disatukan dengan kempa besi. Kayu jati juga dimanfaatkan dalam rekonstruksi langit-langit.[17]

Zaman pertengahan

Masjid Nabawi pada masa Kesultanan Utsmaniyah
Pada 707, Khalifah Umayyah Al-Walid ibn Abd al-Malik merenovasi masjid. Renovasi ini memakan waktu tiga tahun untuk menyelesaikannya. Bahan-bahan material berasal dari Bizantium.[18] Wilayah masjid diperbesar dari 5094 meter persegi pada masa Utsman bin Affan menjadi 8672 meter persegi. Sebuah tembok dibangun untuk memisahkan masjid dan rumah istri Nabi Muhammad. Masjid direnovasi dalam sebuah bentuk trapesium dengan panjang 101,76 meter (333,9 ft). Untuk pertama kalinya, beranda dibangun di masjid menghubungkan bagian utara struktur ke struktur terpentingnya. Untuk pertama kalinya pula, minaret dibangun di Madinah, ia membangun empat minaret.[19]

Khalifah Abbasiyah Al-Mahdi memperluas masjid ke utara sebanyak 50 meter (160 ft). Namanya juga ditulis pada dinding masjid. Dia juga mengusulkan untuk menghilangkan enam anak tangga menuju mimbar, tetapi usulan ini ditolak, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang merugikan.[20] Menurut tulisan Ibnu Qutaibah, khalifah ketiga Al-Ma'mun melakuan pekerjaan yang tidak menentu pada masjid. Al-Mutawakkil memimpin pelapisan makam Nabi dengan marmer.[21] Al-Ashraf Qansuh al-Ghawri membangun sebuah kubah di atas makam Nabi pada 1476.[22]


Kubah Hijau, dalam Richard Francis Burton Pilgrimage, pada 1850 M
Raudlah (merujuk pada al-Rawdah al-Mutaharah), mencakup kubah di sudut tenggara masjid,[6] dibangun pada 1817C.E. saat penguasaan Sultan Mahmud II. Kubah di cat hijau pada 1837 C.E. dan lebih dikenal dengan nama "Kubah Hijau".[5]

Sultan Abdul Majid I mengahabiskan waktu tiga belas tahun untuk membangun kembali masjid, yang di mulai pada 1849.[23] batu bata merah digunakan dalam material utama dalam rekonstruksi masjid. Luas lantai diperbesar hingga 1293 meter persegi. Pada dinding-dindingnya, ayat-ayat Alquran di lukis dalam bentuk kaligrafi Islam. Pada sisi utara masjid, sebuah madrasah di bangun untuk "bimbingan mengajar Alquran ".[24]

Saudi
Ketika Saud bin Abdul Aziz merebut Madinah pada 1805, para pengikutnya, Wahhabi, merobohkan setiap makam berkubah yang ada di Madinah dalam pandangannya pada pencegahan pemuliaan bangunan,[25] termasuk Kubah Hijau yang dikatakan akan segera dihancurkan.[26] Mereka tidak menghendaki orang-orang memuliakan kuburan dan tempat yang dianggap memiliki keajaiban supranatural yang berlawanan dengan tauhid.[27] Makam Nabi Muhammad dilepaskan dari hiasan emas dan berliannya, tetapi kubah tersebut menjadi salah satu yang masih dipelihara karena sebuah ketidaksuksesan percobaan untuk merobohkan struktur kerasnya, atau karena beberapa tahun sebelumnya Ibnu Abdul Wahhab menulis bahwa tidak berharap untuk melihat kubah dihancurkan pertentangannya pada orang-orang yang berdoa di sekitar makam.[25] Kejadian serupa terjadi pada 1925 ketika Ikhwan Saudi kembali merebut dan mengawasi kota Madinah.[28][29][30][31]

Setelah pendirian Kerajaan Arab Saudi pada 1932, masjid mengalami modifikasi besar. Pada 1951 Raja Ibnu Saud (1932–1953) merencanakan penghancuran bangunan sekitar masjid untuk membuat sayap baru ke timur dan barat dari gedung peribadatan utama, dengan tetap kolom beton dengan sentuhan seni. Kolom tertua diperkokoh beton dan dipasangi cincin tembaga diatasnya. Minaret Suleymaniyya dan Majidiyya dipindahkan menjadi dua minaret bergaya Mamluk. Dua menara tambahan ditegakkan ke barat daya dan timur laut masjid. Sebuah perpustakaan dibangun sepanjang tembok bagian barat yang menjadi tempat koleksi Al-Qur'an bersejarah dan beragam teks keagamaan lainnya.[24][32]

Pada 1974, Raja Faisal menambahkan 40.440 meter persegi untuk luas masjid.[33] Perluasan masjid juga dilakukan pada masa kekuasaan Raja Fahd pada 1985. Bulldozer turut gunakan dalam penghancuran bangunan-bangunan sekitar masjid.[34] Pada 1992, ketika konstruksi ini selesai, wilayah masjid menjadi 1,7 juta kaki. Eskalator dan 27 halaman juga ditambahkan dalam perluasan masjid.[35]

Sebanyak $6 milyar diumumkan untuk perluasan masjid pada September 2012. RT melaporkan bahwa setelah proyek selesai, masjid dapat menampung lebih dari 1,6 juta jamaah.[36] Pada Maret tahun berikutnya, Saudi Gazette menulis "95 persen penghancuran telah diselesaikan. Sekitar 10 hotel di sisi timur perluasan dihilangkan serta sejumlah rumah dan fasilitas lain untuk membuat jalur menuju perluasan."[37]

Makam Nabi

Masjid Nabawi dari depan. Makam Nabi S.A.W terletak di bawah kubah hijau di sebelah kanan
Rasulullah S.A.W dimakamkan di tempat meninggalnya, yakni di tempat yang dahulunya adalah kamar Aisyah, istri Nabi. Kemudian berturut-turut dimakamkan pula dua sahabat terdekatnya di tempat yang sama, yakni Abu Bakar Al-Shiddiq dan Umar bin Khattab.[43] Karena perluasan-perluasan Masjid Nabawi, ketiga makam itu kini berada di dalam masjid, yakni di sudut tenggara (kiri depan) masjid. Sedangkan Aisyah dan kebanyakan shahabat yang lain, dimakamkan di pemakaman umum Baqi. Dahulu terpisah cukup jauh, kini dengan perluasan masjid, Baqi jadi terletak bersebelahan dengan halaman Masjid Nabawi.[4]

Riyadhul Jannah
Jantung Masjid Nabawi yang diistimewakan tetapi sangat kecil yang bernama Riad ul-Jannah (Taman Surga). Tempat ini adalah bagian dari perluasan makam Nabi Muhammad (Raudlah) hingga mimbar nya. Jamaah Haji berebut masuk menuju tempat ini karena apabila melakukan salat atau berdoa di tempat ini, maka doanya akan dikabulkan. Masuk ke area ini cukup sulit, utamanya pada musim Haji. Tempat ini hanya menampung maksimal seratus jamaah.

Riad ul-Jannah terpisah dari Jannah (Surga). Ini diceritakan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad Bersabda, "Wilayah antara rumahku dengan mimbarku adalah salah satu taman surga, dan mimbarku itu berada di atas kolamku."[44]

Raudlah

Masjid Nabawi saat berumur 1 tahun.
Salah satu bagian Masjid Nabawi terkenal dengan sebutan Raudlah (taman surga). Doa-doa yang dipanjatkan dari Raudlah ini diyakini akan dikabulkan oleh Allah. Raudlah terletak di antara mimbar dengan makam (dahulu rumah) Rasulullah S.A.W Diterima dari Abu Hurairah, bahwa Nabi S.A.W bersabda (yang artinya):

"Tempat yang terletak di antara rumahku dengan mimbarku merupakan suatu taman di antara taman-taman surga, sedang mimbarku itu terletak di atas kolamku."


Keutamaan Masjid Nabawi
Keutamaannya dinyatakan oleh Nabi S.A.W, sebagaimana diterima dari Jabir ra. (yang artinya):

"Satu kali salat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali salat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya."

SEKIAN INFORMASI YANG BISA SAYA SAMPAIKAN SEMOGA BISA BERMANFAAT.

Pengertian, Cara, Hukum dan Doa Thawaf



Pengertian Thawaf 
Thawaf merupakan salah satu rangkaian rukun dari beberapa rukun yang terdapat pada umrah.  Tawaf rukun untuk haji tamattu, ifrad, dan qiran.
Thawaf Rasulullah SAW, dari Ibnu Umar RA menceritakan ;
“Dahulu apabila Rasulullah melaksanakan thawaf yang pertama (Qudum, atau selamat datang), beliau berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran selanjutnya”.
Pembagian Thawaf
Ulama membagi thawaf menjadi tiga bagian :

Thawaf Qudum, tawaf ini dilakukan oleh orang-orang yang bukan orang Mekkah dan sekitarnya ketika memasuki Mekkah, thawaf ini ibarat shalat tahiyyatul masjid, dan hukumnya sunnah. Kecuali Imam Malik yang mengatakan bahwa orang yang meninggalkan harus membayar dam.
Thawaf Ziarah, tawaf ini juga sering dikatakan sebagai thawaf ifadah yang dilakukan orang yang haji setelah melaksanakan manasik di Mina termasuk melempar jumrah aqabah, menyembelih, bercukur, atau memotong rambut kemudian kembali ke Mekah. Dinamakan pula sebagai thawaf ifadah karena kembali dari Mina ke Mekah.
Thawaf Wada’,  tawaf ini merupakan thawaf perpisahan saat hendak melakukan perjalanan meninggalkan Mekah
Syarat Thawaf
Sebagaimana saat melakukan ibadah yang lain, pada saat melakukan thawaf harus suci dari hadats dan kotoran, disyaratkan pula menutup aurat seperti saat melaksanakan shalat. Bagi orang yang junub, haid, dan nifas tidak sah thawafnya. lebih detailnya syarat tersebut yaitu :

Suci daripada Hadath.
Suci badan/pakaian/tempat tawaf daripada najis.
Menutup aurat.
Bermula pada sudut Al-Hajarul Aswad dan berniat Tawaf
Menjadikan Baitullah di sebelah kiri dan berjalan ke hadapan. (berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas)
Berjalan bertujuan Tawaf, bukan bertujuan lain.
Cukup 7 kali keliling dengan yakin.
Dilakukan dalam Masjidil Haram dan di luar dari Hijir Ismail/Syazarwan.
Cara Melaksanakan Thawaf
Niat
Thawaf sambil berjalan kaki, kalau tidak mampu hendaknya berthawaf sambil mengendarai sesuatu.
Dimulai dari Hajar Aswad
Menjadikan Baitullah disamping kirinya
Masuk ke Hajar Ismail
Melakukan thawaf antara Baitullah dan batu besar yang menjadi tempat makam Ibrahim
Menyempurnakan tujuh putaran, tidak kurang atau tidak lebih.
Imam Syafi’i tidak mewajibkan urut-urutan pelaksanaan tersebut dan menganggapnya sunnah. Dan sekiranya orang berthawaf memisahkan dengan tenggang waktu yang cukup lama tanpa terdapat adanya uzur dan tidak ada hal yg membatalkannya, maka pelaksanaan thawaf tetap sah dan boleh menyambungnya.

Hal yang Disunahkan Saat Thawaf
Menghadap Hajar Aswad ketika memulai thawaf disertai membaca tahlil
Takbir sambil mengangkat tangan
Mengecup hajar Aswad tanpa suara.
Meletakkan pipi pada Hajar Aswad
Doa Thawaf
Doa yang dibaca pada saat melakukan thawaf pada dasarnya sunat, namun untuk lebih terarah, berikut doa yang bisa dibaca untuk setiap rangkaian thawaf hingga selesai, yaitu :

Bacaan Doa Thawaf Saat Dirukun Iraki

Doa ini dibaca di setiap putarann saat sampai ke Rukun Iraki.

اللهم أعذني من الشرك والكفر والنفاق والشقاق وسوء الأخلاق وسوء المنظر في الأهل والمال والولد

Bacaan Doa Thawaf Saat Di Rukun Syami

اللهم اجعله حجاً مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفوراً وتجارة لن تبور. رب اغفر وارحم وتجاوز عما تعلم أنك أنت الأعز الأكرم

Bacaan Doa Thawaf Saat Di Rukun Yamani

Saat akan melewati pojok Rukun Yamani dianjurkan mengusapnya kalau bisa, kalau tidak cukup melambaikan tangan.

اللهم إني أعوذ بك من الكفر والفقر وعذاب القبر وأسألك العفو والعافية في الدين والدنيا والآخرة والفوز بالجنة والنجاة من النار

Bacaam Saat Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

ربنا أتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار وأدخلنا الجنة مع الأبرار يا عزيز يا غفار يا رب العالمين



Bacaan Doa Thawaf Putaran Pertama
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم والصلاة والسلام على رسول الله. اللهم إيمانا بك وتصديقا بكتابك ووفاء بعهدك وإتباعاً لسنة نبيك وحبيبك محمد صلى الله عليه وسلم اللهم إني أسألك العفو والعافية والمعافاة الدائمة في الدين والدنيا والآخرة والفوز بالجنة والنجاة من النار
Bacaan Doa Thawaf Putaran Kedua
للهم أن هذا البيت بيتك والحرم حرمك والأمن أمنك والعبد عبدك وأنا عبدك وابن عبدك وهذا مقام العائذ بك من النار فحرم لحومنا وبشرتنا على النار. اللهم حبب إلينا الإيمان وزينه في قلوبنا وكره إلينا الكفر والفسوق والعصيان واجعلنا من الراشدين. اللهم قني عذاب النار يوم تبعث عبادك. اللهم ارزقني الجنة بغير حساب
Bacaan Doa Thawaf Putaran Ketiga
اللهم إني أعوذ بك من الشك والشرك والشقاق والنفاق وسوء الأخلاق وسوء المنظر والمنقلب في المال والأهل والولد. اللهم إني أسألك رضاك والجنة وأعوذ بك من سخطك والنار. اللهم أني أعوذ بك من فتنة القبر وأعوذ بك من فتنة المحيا والممات
Bacaan Doa Thawaf Putaran Keempat
اللهم اجعله حجاً مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفورا وعملا صالحا مقبولا وتجارة لن تبور. يا عالم ما في الصدور أخرجني يا الله من الظلمات إلي النور. اللهم إني أسألك موجبات رحمتك وعزائم مغفرتك والسلام من كل إثم والغنيمة من كل بر والفوز بالجنة والنجاة من النار. رب قنعني بما رزقتني وبارك لي فيما أعطيتني وأخلف علي كل غائبة لي منك بخير
Bacaan Doa Thawaf Putaran Kelima
اللهم أظلني تحت ظل عرشك يوم لا ظل إلا ظلك ولا باقي إلا وجهك واسقني من حوض نبيك سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم شربة هنيئة مريئة لا نظمأ بعدها أبدا. اللهم إني أسألك من خير ما سألك منه نبيك سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وأعوذ بك من شر ما استعاذك منه نبيك سيدنا محمد عليه الصلاة والسلام. اللهم أني أسألك الجنة ونعيمها وما يقربني إليها من قول أو فعل أو عمل وأعوذ بك من النار وما يقربني إليها من قول أو فعل أو عمل
Bacaan Doa Thawaf Putaran Keenam
اللهم إن لك علي حقوقا كثيرة فيما بيني وبينك. وحقوقا كثيرة فيما بيني وبين خلقك اللهم ما كان لك منها فاغفره لي وما كان لخلقك فتحمله عني. وأغنني بحلالك عن حرامك وبطاعتك عن معصيتك وبفضلك عمن سواك يا واسع المغفرة. اللهم إن بيتك عظيم ووجهك كريم وأنت يا الله حليم كريم عظيم تحب العفو فاعف عني
Bacaan Doa Thawaf Putaran Ketujuh
اللهم إني أسألك إيماناً كاملاً ويقيناً صادقا ورزقاً واسعاً وقلباً خاشعاً ولساناً ذاكرا وحلالاً طيباً وتوبة نصوحاً وتوبة قبل الموت وراحة عند الموت ومغفرة ورحمة بعد الموت والعفو عند الحساب والفوز بالجنة والنجاة من النار برحمتك يا عزيز يا غفار رب زدني علما وألحقني بالصالحين
Bacaan Doa Di Multazam Setelah Thawaf

Setelah thawaf putarann ketujuh, lalu berhenti dan menghadap ke Multazam dan membaca doa berikut:

اللهم يا رب البيت العتيق اعتق رقابنا ورقاب آبائنا وأمهاتنا وإخواننا وأولادنا من النار يا ذا الجود والكرم والفضل والمن والعطاء والإحسان. اللهم احسن عاقبتنا في الأمور كلها وأجرنا من خزي الدنيا وعذاب الآخرة. اللهم إني عبدك وابن عبدك واقف تحت بابك. ملتزم بأعتابك متذلل بين يديك أرجو رحمتك. وأخشى عذابك يا قديم الإحسان. اللهم إني أسألك أن ترفع ذكري. وتضع وزري. وتصلح أمري. وتطهر قلبي وتنور لي في قبري. وتغفر لي ذنبي وأسألك الدرجات العلى من الجنة
BACA JUGA ARTIKEL SAYA YANG LAINYA;PENTINGNYA MANASIK SEBELUM UMROH



Demikian tulisan mengenai  Pengertian, Cara, Hukum dan Doa Thawaf, semoga bermanfaat.




Jumat, 07 Desember 2018

PENTINGNYA MANASIK SEBELUM BERIBADAH UMROH

Umroh merupakan salah satu bentuk ibadah yang tidak semua orang mampu melaksanakanya karena memerlukan persiapan fisik dan mental yang kuat.Apalagi bagi kaum muslimin yang tinggal di indonesia,dibutuhkan biaya yang cukup mahal untuk melaksanakanya.

selain itu, sebelum beribadah di tanah suci ini dilakukan, sebaiknya menjalani manasik dulu agar tidak ada kesalahan yang dilakukan.Karena melalui manasik,setiap jamaah akan mengetahui hal-hal apa saja yang harus atau wajib dilakukan, dilarang atau diharamkan dan disunahkan.



Pengertian manasik 

 Manasik Haji merupakan tata cara atau tuntunan untuk mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan rukun, wajib, dan sunnah haji dengan menggunakan miniatur Ka’bah dan dilaksanakan sebelum calon jamaah berangkat ke tanah suci. Dengan kata lain, Manasik Haji adalah sebuah pelatihan tentang pelaksanaan Ibadah Haji secara menyeluruh yang wajib diikuti oleh calon jamaah. Pada proses Manasik Haji, calon jamaah akan mempelajari bagaimana melakukan niat sebelum melaksanakan haji, apa saja aturan pelaksanaan haji, apa saja yang tidak boleh dilanggar selama melakukan haji agar ketika pulang dapat menjadi haji yang mabrur.
Selain materi secara teori, Manasik Haji juga mengajarkan bagaimana caranya menggunakan kain Ihram. Terdapat perbedaan pada kain Ihram untuk laki-laki dan kain Ihram untuk wanita. Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar kain yang tidak berjahit yang dipakai untuk bagian bawah menutup aurat dan kain yang satunya lagi diselendangkan. Sedangkan pakaian wanita ihram adalah menutup semua badannya kecuali muka dan telapak tangan (seperti pakaian ketika sholat). Warna pakaian Ihram disunahkan berwarna putih.
Selanjutnya dalam proses Manasik Haji calon jamaah akan melakukan praktik ibadah secara langsung. Setiap tempat Manasik Haji selalu memiliki kawasan simulasi seperti Ka’bah, tempat lempar Jumrah dan lain sebagainya. Calon jamaah akan diajarkan urutannya secara benar sampai melakukan Tahalul atau memotong rambut setelah melakukan sa’i. Selain diberikan kepada calon jemaah haji, manasik haji biasanya diajarkan pada anak-anak di sekolah. Pada momen Ramadan dan pesantren kilat, banyak sekolah mengadakan acara ini untuk memberikan gambaran secara umum dari praktik ibadah haji.
Manasik Haji dilakukan untuk dapat memberikan pemahaman kepada setiap calon jamaah haji mengenai tujuan utama keberangkatan mereka ke tanah suci Mekkah. Tujuan diadakannya Manasik Haji adalah untuk mempermudah calon jamaah Haji dalam memahami tentang ibadah haji baik secara teoritis maupun praktis sehingga diharapkan dapat menjadi calon jamaah Haji yang mandiri dan dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar.
Manfaat Manasik 

Manfaat yang pertama yang bisa didapat oleh para jamaah umroh yang mengikuti kegiatan manasik umroh adalah Calon jamaah akan diajak untuk mendalami esensi umroh, ilmu tauhid, dan cinta Rasulullah SAW.


Manfaat yang kedua yang bisa diterima setelah mengikuti manasik umroh adalah Calon jamaah akan memahami apa saja yang termasuk wajib, rukun, sunah, dan yang haram dilakukan selama menunaikan ibadah umroh. Sehingga lebih mempermudah jama’ah dalam melakukan ibadah umroh.

Manfaat yang ketiga ketika selesai menunaikan manasik umroh adalah Calon jamaah sejak dini diajari membaca doa-doa yang mesti dibaca dalam rangka menunaikan ibadah umroh. Doa-doa yang harus dibaca sejak akan meninggalkan rumah, selama melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci Mekah hingga kembali ke Tanah Air.

Manfaat yang keempat yang juga sangat membantu bagi calon jama’ah umroh yang melakukan manasik umroh adalah calon jamaah akan akan mendapatkan informasi terkini tentang kondisi Mekah dan Madinah terkait pelaksanaan ibadah umroh.

Manfaat yang kelima yang juga sangat baik bagi jama’ah umroh yang melakukan manasik umroh adalah jama’ah umroh akan saling mengenal calon jama’ah lain yang tergabung dalam satu rombongan. Sehingga bagi seluruh jama’ah mampu menjaga tali persaudaraan.
manfaat manasik umroh yang ke enam yang bisa di rasakan oleh para calon jama’ah umroh adalah calon jama’ah bisa berlatih melakukan rangkaian ritual ibadah umroh, seperti thawaf dan sa’i sehingga pada pelaksanaan ibadah umroh di Mekah nanti, tidak akan mengalami kebingungan lagi.
Setelah anda mengetahui berbagai manfaat yang bisa di terima oleh jama’ah umroh yang melakukan manasik umroh,  selanjutnya anda juga harus mengetahui bagaimana tata cara manasik umroh yang sesuai dengan sunnah rasulullah SAW.

Syarat Umroh
Tata cara manasik umroh pertama yang barus dipahami jama’ah adalah mengenai syarat umroh.  Ada beberapa syarat yang harus di penubi bagi para jama’ah umroh yang biasa di sebut dengan syarat umroh.  Syarat umroh antara lain adalah beragama islam,  baligh/ dewasa,  berakal sehat ( tidak terganggu pikirannya),  merdeka ( bukan budak belian),  istitho’ah/ mampu.  Untuk para jama’ah umroh harus memenuhi syarat-syarat tersebut.

Rukun Umroh
Selanjutnya Rukun umroh , rukun umroh adalah kegiatan-kegiatan umroh yang menjadi syarat sahnya umroh. Jika salah satu dari amalan dalam rukun umroh ditinggalkan, maka ibadah umrah yang dilakukan menjadi tidak sah dan tidak dapat diganti dengan dam atau denda, tetapi harus mengulangi pelaksanaan umrah kembali. Rukun umroh ada 5, yaitu:

Ihram (niat), Thawaf, Sa’i, bercukur (tahallul), dikerjakan secara tertib.

Wajib Umroh
Dalam kegiatan manasik umroh hal yang harus dipahami selanjutnya adalah wajib umroh.  Wajib umroh adalah kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan pada saat melaksanakan ibadah umroh. Jika ada wajib umroh yang tertinggal, maka diganti dengan membayar denda atau dam. Setelah membayar denda atau dam, ibadah umroh baru menjadi sempurna.

Wajib umroh ada 3, yaitu:

Niat umroh dari Miqat, memakai pakaian ihram, mematuhi semua larangan ihram.

Larangan Selama dalam Keadaan Ihram
Dalam kegiatan manasik tidak hanya berkenaan dengan syarat,  rukun,  dan wajib umroh yang di berikan pemahaman bagi jama’ah.  Tetapi ada juga informasi mengenai Hal-hal yang dilarang selama dalam keadaan ihram adalah sebagai berikut.

Larangan untuk Umroh Pria
-Memakai pakaian yang dijahit.

-Memakai alas kaki yang menutup mata kaki.

-Menutup kepala.

Laranga untuk Jama’ah Umroh Wanita
– Menutup telapak tangan.

– Menutup muka.

Selain larangan untuk masih masing jama’ah pria dan wanita,  ada beberapa hal larangan yang di peruntukkan untuk semua jama’ah (pria dan wanita)

– Memakai wangi-wangian

– Memotong kuku.

– Mencukur atau mencabut bulu dan rambut.

– Memburu atau membunuh binatang.

– Meminang atau dipinang.

– Menikah atau menikahkan.

– Bermesraan antara suami istri.

– Bertengkar, memarahi, atau mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh/kotor.

– Memotong atau mencabut pohonan di tanah haram

Jika ada larangan-larangan selama proses ihram ini yang dilanggar, jamaah yang melakukannya harus harus membayar denda atau dam. Dendanya mulai memberi makan orang-orang fakir hingga menyembelih seekor kambing.

Ketika anda akan melakukan ibadah umroh anda sangat disarankan untuk melakukan kegiatan manasik umroh.  Hal ini di karenakan dengan mengikuti kegiatan manasik umroh,  anda akan mendapatkan kemudahan-kemudahan yang berhubungan dengan kelancaran ibadah umroh anda di tanah suci.

Selain lebih dipermudah,  anda juga akan merasakan berbagai manfaat yang akan diterima oleh para calon jama’ah umroh.  Serta dengan mengikuti kegiatan manasik umroh anda akan lebih mudah dalam melakukan ibadah umroh yang asli karena ketika anda melakukan manasik umroh,  anda sudah terbiasa melakukan rangkaian kegiatan umroh.

Itulah informasi  mengenai manasik umroh. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu memperlancar ibadah umroh yang akan anda laksanakan.

Promo Paket Umroh 2X Jumat-10 Hari Dengan Harga Yang Terjangkau




 Promo Umroh 10 Hari 2x Jumat di  Izin Resmi dan Rekomendasi Kemenag RI 

          Promo Umroh 10 Hari 2x Jumat  Izin Resmi dan Rekomendasi Kemenag RI durasi 10 hari  menggunakan Saudi Airlines landing Jeddah.
HOTEL:CONCRODE MADINAH 
Fasilitas Al Madinah Concorde Hotel

 Kamar Keluarga  Termasuk Akses Wi-Fi Gratis, Kamar Bebas-Rokok, Layanan Kamar  Resepsionis 24 Jam  Lift
Hewan peliharaan
Binatang peliharaan tidak diperbolehkan.


Internet
Gratis! Wi-Fi tersedia di seluruh hotel dan tidak dikenai biaya.


Tempat Parkir
Tidak ada tempat parkir yang tersedia.


Layanan
Penitipan Bagasi
Faks/Fotokopi (Biaya tambahan)
Toko Oleh-Oleh
Jasa Penyetrikaan (Biaya tambahan)
Cuci kering (Biaya tambahan)
Laundry (Biaya tambahan)
Pusat Bisnis (Biaya tambahan)
Resepsionis 24 Jam
Layanan Kamar

Umum
AC
Toko (dalam hotel)
Kamar Kedap Suara
Brankas
Lift
Kamar Keluarga
Kamar Bebas-Rokok
Surat Kabar

Staf berbicara dalam
Bahasa Arab
Bahasa Inggris


HOTEL OLAYAN AJYAD
FASILITAS HOTEL OLAYAN AJYAD

 Parkir Gratis  Kamar Keluarga  Termasuk Akses Wi-Fi Gratis  Kamar Bebas-Rokok  Cocok untuk Tamu Difabel  Resepsionis 24 Jam
Hewan peliharaan
Binatang peliharaan tidak diperbolehkan

Internet
Gratis! Wi-Fi tersedia di seluruh hotel dan tidak dikenai biaya.


Tempat Parkir
Gratis! Parkir pribadi gratis tersedia di lokasi properti (reservasi diperlukan).

Parkir jalanan

Transportasi
Tiket transportasi umum (Biaya tambahan)

Layanan resepsionis
Loker
Check-in/-out Pribadi
Layanan Concierge
Penitipan Bagasi
Penukaran Valuta Asing
Check-In/Check-Out cepat
Resepsionis 24 Jam

Layanan kebersihan
Layanan kebersihan harian

Fasilitas bisnis
Faks/Fotokopi (Biaya tambahan)
Pusat Bisnis (Biaya tambahan)
Fasilitas Rapat/Perjamuan (Biaya tambahan)

Umum
Minimarket
Area lounge/TV bersama
Ruangan Khusus Merokok
AC
Semua Ruang Umum dan Pribadi Bebas-Rokok
Toko (dalam hotel)
Penyewaan Mobil
Kapel/Kuil
Kamar Kedap Suara
Toko Oleh-Oleh
Brankas
Lift
Kamar Pengantin
Kamar Keluarga
Pemangkas Rambut/Salon Kecantikan
Cocok untuk Tamu Difabel
Kamar Bebas-Rokok




Jadwal keberangkatan Umroh Promo 10 hari 2x Jumat  untuk tahun 2019 tanggal 28 Februari, dan 25 April 2019. Dengan menggunakan Saudi Airlines SV 817

Hari 1 : Kamis ( Jakarta – Jeddah – Mekkah )
Rombongan jamaah berkumpul di Lounge Umroh Bandara International Soekarno Hatta pukul 15.00 WIB. Setelah siap, Rombongan berangkat menuju Jeddah dengan pesawat Saudi Arabia SV 817 pukul 20.00 WIB dan tiba di Jeddah pukul 02.00 waktu Saudi.

Hari 2 : Jum’at ( Mekkah ) 
Setelah proses imigrasi selesai dan keluar dari bandara dan miqot/niat untuk umroh. dilanjutkan perjalanan menuju Mekkah dengan bus. Setelah sampai di hotel, check in dan istirahat Selanjutnya berkumpul di lobby untuk melaksanakan Umrah (Tawaf, Sai dan Tahallul ). Kondisional.
Melaksanakan sholat Jum’at berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjidil Haram.

Hari 3 : Sabtu ( Mekkah )
Melaksanakan sholat Fardhu berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Haram.

Hari 4 : minggu ( Mekkah ) 
Setelah sarapan atau Pk. 07.00 Ziarah citytour ke Jabal Tsur, Padang Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur (Gua Hira) & kemudian ambil miqat di Ji’ronah untuk melaksanakan Ibadah Umrah kedua (Tawaf, Sai dan Tahallul). (Kondisional).
Melaksanakan sholat fadhu berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjidil Haram.

Hari 5 : Senin ( Mekkah ) 
Melaksanakan sholat Fardhu berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Haram.

Hari 6 : Selasa ( Mekkah – Madinah ) 
Setelah sarapan pagi atau pukul 09.00 melaksanakan tawaf wada, kemudian setelah melaksanakan solat zuhur kembali ke hotel untuk makan Siang Dan cek-out hotel pkl 14.00 dan rombongan berangkat menuju Medinah (Kondisional).
Sampai di hotel cek in, makan malam, dan Sholat berjamaah di Masjid Nabawi.

Hari 7 : Rabu ( Madinah ) 
Setelah sarapan pagi atau pukul 07.00, ziarah ke raudhah Dan makam Nabi Muhammad SAW berikut Kedua sahabat beliau. (konditional)
Melaksanakan shalat fardhu berjamaah dan memperbanyak ibadah sunnah di Masjiid Nabawi.

Hari 8 : Kamis ( Madinah )
Setelah sarapan pagi atau Pk. 07.00 pagi, , Ziarah citytour Madinah antara lain : Masjid Quba, Masjid Jum’ah, Masjid Qiblatain, Masjid Tujuh, Jabal Uhud, Pasar Kurma, dan makam Baqi (kondisional).

Melaksanakan shalat Fardhu berjamaah dan memperbanyak ibadah sunnah di Masjiid Nabawi.
Hari 9 : Jum’at ( Madinah – Jeddah )
Setelah sholat Jum’at Berjamaah dan makan siang, pkl 14.00 siap-siap untuk chek out hotel setelah itu menuju Jeddah untuk citytour ke pasar cornice Balad Dan Makam Siti Hawa.
Selanjutnya menuju bandara King Abdul Azis Jeddah.

Hari 10 : Sabtu ( Jeddah – Jakarta )
Dengan pesawat Saudia Arabia berangkat ke Tanah Air SV 818 pukul 04.25. Insya Allah Tiba di Bandara Soekarno – Hatta dengan selamat pukul 18.00 WIB. Dengan mengucapkan Alhamdulillah Kita sampai di Tanah Air. Terima kasih telah mempercayakan PT. Alhijaz Indowisata sebagai agen perjalanan anda.

sekian informasi yang bisa saya sampaikan semoga bisa bermanfaat bagi kita  semua.

Kamis, 06 Desember 2018

Cara Membuatan Paspor Umroh Dan Umum. Syarat-syarat, dokumen yang harus disiapkan, tempat pembuatan Dan lamanya pembuatan



Cara Membuat Paspor untuk Jamaah Umroh

Informasi aturan terbaru untuk dapat mengurus pembuatan paspor baru, calon jamaah umroh harus sudah mendapatkan surat rekomendasi dari travel umroh ybs dan Kemenag RI. Anda bisa langsung hubungi kontak person di website ini untuk info lebih detail. Al-Umroh.com

Paspor merupakan dokumen yang wajib dimiliki oleh seseorang yang akan bepergian ke luar negeri, termasuk bagi calon jamaah umroh. Paspor di buat di Kantor Imigrasi baik secara online yakni via internet maupun offline yaitu dengan langsung mendatangi Kantor Imigrasi terdekat.


Catatan:
Paspor adalah syarat paling penting untuk beribadah umroh.

Syarat-syarat Pembuatan Paspor Umum (Yang Akan Dipakai Sebagai Paspor Umroh)

Sebelum mendatangi kantor imigrasi terdekat, langkah pertama yang harus dilakukan oleh calon jamaah umroh untuk membuat paspor umroh adalah menyiapkan beberapa dokumen dan biaya umroh serta hal-hal berikut ini :

Kartu tanda penduduk atau KTP yang sah dan masih berlaku.
Kartu Keluarga (KK)
Ijazah terakhir dan Akta kelahiran
Surat Nikah bagi yang telah menikah


Proses Pengajuan Pembuatan Paspor Secara Online

Untuk mengurus secara online yang harus dilakukan adalah:
mengunjungi website www.imigrasi.co.id
masuk ke menu layanan paspor online dan memilih “Pra-permohonan Personal”.
calon jamaah umroh akan diminta mengisi seluruh data yang dibutuhkan
dilanjutkan dengan mengunggah (upload) hasil scan KTP, KK serta Akta Kelahiran/Ijazah/Surat Nikah.
diminta untuk memastikan di kantor imigrasi terdekat.
print form tersebut dan Anda hanya akan memberikan hasil print form tersebut yang memiliki barcode kepada petugas yang akan mengisi database di kantor imigrasi. Di sinilah kelebihan mengurus paspor secara online karena Anda tidak perlu mengisi form secara manual.


Proses Pengajuan Pembuatan Paspor Secara Offline

Apabila ingin mengurus secara offline atau langsung dengan mendatangi Kantor Imigrasi terdekat, maka calon jamaah harus

membawa seluruh dokumen ASLI di atas pada bagian Syarat-syarat Membuat Paspor
membeli form isian dan mengisinya
menyerahkan semua dokumen (sebelumnya di copy diatas kertas A4) untuk discan dan diproses oleh petugas keimigrasian.


Persiapan Dokumen Yang Diperlukan Dari Rumah

Sebelum mendatangi kantor imigrasi tempat Anda mengurus paspor, baik yang telah mendaftar secara online maupun offline, pastikan Anda

membawa semua dokumen ASLI yang diminta dalam persyaratan di atas
Anda juga akan diminta membeli map hijau dan materai Rp. 6000 (biasanya tersedia di koperasi Kantor Imigrasi)
masukkan seluruh dokumen baik yang fotocopy maupun asli ke dalam map hijau tersebut.


Form Isian Pengajuan Paspor

Form isian tersebut berisi pertanyaan seputar nama, alamat, tempat & tanggal lahir, negara yang akan dituju, dan tujuan Anda kesana. Khusus untuk calon jamaah umroh, data isian nama wajib berisi nama dengan 3 (tiga) suku kata tanpa gelar. Bila nama Anda hanya terdiri dari 2 suku kata maka Anda akan diminta menuliskan satu suku kata lagi yaitu nama ayah Anda.


Surat Pengantar

Setelah lolos verifikasi, petugas imigrasi akan memberikan surat pengantar ke petugas administrasi di front office, dan Anda diminta untuk menukarnya dengan nomor antrian berkode C guna melakukan pembayaran sebesar Rp. 255.000,- untuk paspor 48 lembar (paspor 24 lembar disediakan khusus untuk TKI).


Foto untuk Paspor

Setelah melakukan pembayaran, Pemohon paspor online langsung menuju lokasi pengambilan foto dan sidik jari. Pada saat pengambilan foto, seluruh atribut yang melekat di kepala harus dilepas (kacamata, softlens, peci, dll) KECUALI JILBAB bagi perempuan. Setelah proses pengambilan foto dan sidik jari selesai, pemohon diminta untuk menunggu panggilan untuk proses wawancara.


Wawancara Paspor

Di meja wawancara, Pemohon akan ditanya mengenai negara serta tujuan pembuatan paspor, untuk calon jamaah umroh Anda menjawab, negara tujuan Arab Saudi dan bermaksud melaksanakan ibadah umroh. Anda juga akan diminta menunjukkan dokumen asli berupa KTP, KK, Ijazah dan atau surat nikah.

Apabila dalam proses wawancara tidak ditemukan kesalahan penulisan nama, maka pemohon diminta untuk meneliti kembali data yang telah masuk serta menandatangani buku paspor. Petugas wawancara berhak mengajukan permohonan paspor jika pada hasil wawancara ditemukan keraguan perihal identitas serta jati diri pemohon. Selanjutnya akan dilaksanakan tahap meneliti lebih lanjut. Jika hasil penelitian kelanjutan dapat dibuktikan ada pelanggaran keimigrasian maka permohonan paspornya akan ditolak.


Waktu Pengambilan Paspor

Setelah wawancara selesai dan hasil wawancara paspor baik, maka selesailah proses pengajuan paspor. Waktu pengambilan paspor paling lama 4 (empat) hari kerja setelah proses wawancara.

Demikian prosedur pengurusan paspor untuk tujuan umroh, semoga bermanfaat dan dapat membantu calon jamaah agar lebih mudah dalam mengurusnya. Hindari penggunaan calo yang tidak dikenal karena mengurus paspor sendiri ternyata lebih mudah dan aman.


Macam-macam Paspor Indonesia

Paspor Umum. Ciri-cirinya: sampul hijau, umum untuk semua warga negara Indonesia (WNI) yang akan ke luar negeri. Berbentuk buku ada yang berisi 24 dan 48 halaman. Paspor umum ini yang digunakan oleh jamaah umroh.
Paspor Dinas. Ciri-cirinya: sampul biru, khusus untuk pegawai negeri dan pemerintah yang akan melaksanakan tugas ke luar negeri. Di bagian sampul depan paspor ada tulisan: Paspor Dinas.
Paspor Haji. Ciri-cirinya: warna cokelat, khusus untuk warga negara Indonesia yang akan berhaji ke Saudi Arabia.
Paspor lainnya seperti paspor diplomatik (warna hitam), paspor kelompok (dalam satu kelompok hanya ada satu paspor), paspor biometrik, dan lain-lain.

Catatan:
Untuk membantu kelancaran proses administrasi persyaratan dokumen calon jamaah umroh, All-hijaz memberikan pelayanan jasa pembuatan paspor untuk keperluan umroh dan tambah nama paspor menjadi 3 kata/huruf. Calon jamaah memberikan syarat-syarat permohonan pembuatan paspor seperti di atas dan nanti akan diinfo oleh staf Al-hijaz  ketika akan foto, wawancara, dan pengambilan paspor.

                       Sekian ulasan yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat

Keutamaan melaksanakan ibadah haji maupun umroh di bulan ramadhan

Sudah tidak asing lagi tentunya dengan keutamaan melaksanakan umroh ramadhan. Bulan Ramadhan sendiri adalah bulan yang penuh dengan keberk...

promo 2x jumat